Knowledge Sharing: Membangun Pola Kerjasama Penelitian Industri dan Perguruan Tinggi

Tanggal
Kamis, 7 Januari 2010
Tempat
Auditorium Gedung SBM ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung
Organizer
K-Center, Prodi MSM dan DSM SBM ITB
Pembicara
Dr. Muhammad Reza
Project manager dan peneliti Power Technologies di ABB Corporate Research Swedia*(S1-ITB, S2-TU Delft, S3-TU Delft)
*Tampil di acara Kick Andy tentang Peneliti Indonesia yang berjaya di dunia Internasional
Deskripsi
Sudah menjadi tradisi di dunia keilmuwan bahwa perguruan tinggi dituntut untuk berperan melakukan penelitian di bidang ilmu-ilmu dasar. Di sisi lain, industri dituntut untuk menerapkan hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (pemakai). Pengalaman di negara-negara maju menunjukkan bahwa ada mata rantai yang bersambung di antara perguruan tinggi dan industri, sehingga transfer hasil penelitian di perguruan tinggi ke industri dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya di negara-negara berkembang, mata rantai perguruan tinggi dan industri yang harmonis di bidang penelitian ini masih sangat kurang. Apa masalah yang sesungguhnya ada di negara berkembang hingga mata rantai ini sangat kurang?
Di manakah mata rantai-nya yang hilang?
Bagaimana contoh-contoh praktis dari pola kerjasama penelitian industri dan perguruan tinggi di negara-negara maju?

Tanggal
Kamis, 7 Januari 2010
Tempat
Auditorium Gedung SBM ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung
Organizer
K-Center, Prodi MSM dan DSM SBM ITB
Pembicara
Dr. Muhammad Reza
Project manager dan peneliti Power Technologies di ABB Corporate Research Swedia*(S1-ITB, S2-TU Delft, S3-TU Delft)
*Tampil di acara Kick Andy tentang Peneliti Indonesia yang berjaya di dunia Internasional
Deskripsi
Sudah menjadi tradisi di dunia keilmuwan bahwa perguruan tinggi dituntut untuk berperan melakukan penelitian di bidang ilmu-ilmu dasar. Di sisi lain, industri dituntut untuk menerapkan hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi hingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (pemakai). Pengalaman di negara-negara maju menunjukkan bahwa ada mata rantai yang bersambung di antara perguruan tinggi dan industri, sehingga transfer hasil penelitian di perguruan tinggi ke industri dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya di negara-negara berkembang, mata rantai perguruan tinggi dan industri yang harmonis di bidang penelitian ini masih sangat kurang. Apa masalah yang sesungguhnya ada di negara berkembang hingga mata rantai ini sangat kurang?
Di manakah mata rantai-nya yang hilang?
Bagaimana contoh-contoh praktis dari pola kerjasama penelitian industri dan perguruan tinggi di negara-negara maju?