Flatbelly Juara ASEANpreneurs Idea Canvas 2010

Flatbelly Juara ASEANpreneurs Idea Canvas 2010
Tim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Projek Tim Flatbelly yang lolos ke 10 besar, Nuresto, merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***
http://aseanpreneurs.org/aic2/AIC.html
http://www.itb.ac.id/news/2820.Flatbelly Juara ASEANpreneurs Idea Canvas 2010
Tim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Projek Tim Flatbelly yang lolos ke 10 besar, Nuresto, merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***
http://aseanpreneurs.org/aic2/AIC.html
http://www.itb.ac.id/news/2820.xhtml
nurestoTim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Nuresto merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***

Flatbelly Juara ASEANpreneurs Idea Canvas 2010
Tim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Projek Tim Flatbelly yang lolos ke 10 besar, Nuresto, merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***
http://aseanpreneurs.org/aic2/AIC.html
http://www.itb.ac.id/news/2820.Flatbelly Juara ASEANpreneurs Idea Canvas 2010
Tim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Projek Tim Flatbelly yang lolos ke 10 besar, Nuresto, merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***
http://aseanpreneurs.org/aic2/AIC.html
http://www.itb.ac.id/news/2820.xhtml
nurestoTim Flatbelly dengan konsep “Nuresto”, yang beranggotakan Nabilla Ayumi (SBM ’10) dan Mohammad Iqbal (Planologi ’06) berhasil menjuarai kompetisi ASEANpreneurs Idea Canvas. Kompetisi ini bertemakan Everyday Entrepreneurship, di mana peserta harus membuat sebuah photo essay tentang sebuah konsep ide bisnis dengan berangkat dari permasalahan sosial yang sering kita temui sehari-hari.
ASEANpreneurs (ASEANpreneurs Youth Leaders Network) merupakan sebuah student entrepreneur organization yang didedikasikan untuk mempromosikan entrepreneurship di wilayah ASEAN. ASEANpreneurs mempertemukan para student entrepreneurs dan leaders dari negara-negara di ASEAN di mana jejaring organisasi ini dapat bermanfaat dalam hal pertukaran informasi, mendiskusikan ide-ide baru, memperluas jejaring sampai pada mencari partner bisnis.
Nuresto merupakan sebuah konsep bisnis restaurant atau foodcourt yang dilengkapi dengan sistem informasi dan tools (smart card) untuk mengontrol nutrisi dari makanan yang kita makan, sekaligus berfungsi sebagai alat bantu yang menggantikan sistem pembayaran konvensional. Ide ini berangkat dari persoalan di mana seringkali kita mengonsumsi berbagai jenis makanan di restaurant/foodcourt tanpa diketahui nutrisi dan kandungan gizi-nya. Belum lagi persoalan porsi makan, dan sebagainya.
Melalui konsep smart card nuresto, kita dapat memperoleh informasi terkait kandungan gizi makanan yang ingin kita makan, informasi harian dan historis akan tercatat di dalam server sistem yang bisa dipanggil kapan saja melalui smart-card tadi, kita juga dapat memperoleh rekomendasi makanan yang cocok untuk kita makan karena setiap porsi dan jenis makanan yang ada di restaurant/foodcourt tersebut datanya telah ada di server. Sistem ini juga diharapkan dapat menggantikan sistem pembayaran konvensional, sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa uang jika ingin makan, cukup dengan smart card yang telah didepositkan sejumlah uang melalui fitur e-banking.
Untuk melihat link lainnya, silakan klik di sini dan di sini.***