Kebaya, Cinta, dan Alam Semesta.

 

Apa definisi cinta buat kamu?

Tentu berbeda orang berbeda sudut pandang. Beberapa orang menganggap cinta adalah anugerah, namun ada juga yang menganggap cinta adalah pengorbanan. Apapun definisi versimu, percayalah, buku ini akan meluruskan cara pandang kamu terhadap kata cinta.

Porsea adalah sebuah kecamatan di Sumatra Utara yang pasti bangga memiliki putera daerah yang rendah hati, Raden Sirait. Raden dibesarkan dari tradisi sederhana, kedua orang tuanya yang petani. Cita-citanya untuk berkeliling dunia dan dikenal namanya terwujud dengan dua cara, kerja keras dan belief system. Kalau kamu suka travelling atau membaca kisah jalan-jalan dunia, buku ini bisa masuk di salah satu kategorinya. Lebih essensial dari hanya memberikan gambaran perjalanan (dan kuliner) yang mencengangkan, Raden merangkum manis perjalanan ini dengan aura positif. Raden meneladankan kerendahan hati, ucap syukur, dan percakapan tulus dengan semesta. Lebih mencengangkan lagi, dia telah membuktikkan bahwa semua sikap itu mampu membawa efek luar biasa dalam hidupnya. Sukses sebagai perancang kebaya kelas dunia, itu hanya ganjaran. Namun pemahaman akan cinta yang universal, itu yang bisa pembaca petik dari buku ini.

Bukan tanpa belajar, Raden mendalami banyak buku dan menerapkannya sebelum akhirnya menelurkan Journey of Love. Pemahaman yang berasal dari buku-buku seperti Conversation With God-nya Neale Walsch, Journey of Souls-nya Michael Newton, tetraloginya Eshter & Jerry Hicks, The Alchemist-nya Paulo Coelho, Zero limits-nya Joe Vitale & Ihaleakala Hew Len, 24 Universal Laws-nya Richard Claproth dan Keys to the Ultimate Freedom-nya Lester Levenson memberi pembaca pengalaman yang luar biasa saat melahap halaman demi halaman.

Ringan, rasional, syarat cinta, dan memberikan energi positif yang luar biasa!

Judul bukunya : Journey of Love

Penerbit UFUK Press
Penulis Raden Sirait
Ukuran: 14 X 20.5 cm, Soft Cover
Halaman: 444 halaman
Terbit April 2011
Harga: Rp 74.900,-
ISBN: 978-602-9159-02-8

 

Disarikan oleh : Fadilla Tourizqua Zain