Press Release The 10th Triple Helix Conference

The 10th Triple Helix Conference
Emerging Triple Helix Models for Developing Countries:
From Conceptualization to Implementation

Waktu: 8-10 August 2012
Tempat: Grand Royal Panghegar Hotel
Bandung, West Java, Indonesia

Triple Helix International Conference adalah seri konferensi tahunan pada studi konsep Triple Helix, yaitu konsep interaksi tiga elemen masyarakat yaitu akademisi, industri, dan institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Triple Helix International Conference ini akan menjadi wadah yang menampung pertemuan dan pertukaran ide antara pihak akademis, pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan administratur negara, pebisnis, konsultan, investor, venture capital, entrepreneur dan lain sebagainya dalam isu inovasi yang berkaitan. Triple Helix International Conference ini diinisiasi oleh Triple Helix Association sejak 1996. Seri sebelumnya dilaksanakan di Stanford University, California. Untuk seri ke-10, pada tahun 2012, Indonesia telah berhasil melewati tahap seleksi yang ketat sejak mengajukan diri di Triple Helix ke-7 di Glasgow tahun 2007.The 10th Triple Helix Conference
Emerging Triple Helix Models for Developing Countries:
From Conceptualization to Implementation

Waktu: 8-10 August 2012
Tempat: Grand Royal Panghegar Hotel
Bandung, West Java, Indonesia

Triple Helix International Conference adalah seri konferensi tahunan pada studi konsep Triple Helix, yaitu konsep interaksi tiga elemen masyarakat yaitu akademisi, industri, dan institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Triple Helix International Conference ini akan menjadi wadah yang menampung pertemuan dan pertukaran ide antara pihak akademis, pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan administratur negara, pebisnis, konsultan, investor, venture capital, entrepreneur dan lain sebagainya dalam isu inovasi yang berkaitan. Triple Helix International Conference ini diinisiasi oleh Triple Helix Association sejak 1996. Seri sebelumnya dilaksanakan di Stanford University, California. Untuk seri ke-10, pada tahun 2012, Indonesia telah berhasil melewati tahap seleksi yang ketat sejak mengajukan diri di Triple Helix ke-7 di Glasgow tahun 2007.

Penyelenggaraan konferensi ini dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung dan Kementerian Riset dan Teknologi yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meski tiga lembaga ini yang dituntut penuh untuk menyukseskan Konferensi ini, namun Prof. Amin Subandrio, Staf Ahli Kementrian Riset dan Teknologi, ini adalah hajat bangsa, sehingga Departemen manapun berhak ikut serta dalam menyukseskan Konferensi ini. Negara yang secara signifikan akan berpartisipasi adalah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, Asia Pasifik, dengan perwakilan dari negara-negara berkembang. Tema utama yang diusung adalah ?Emerging Triple Helix Models for Developing Countries: From Conceptualization to Implementation? dengan kategori sub-tema besar: Strengthening National Innovation System and Implementation in Developing Countries, Building Institutional Infrastructures, and introducing and enhancing the roles of the Triple Helix Models in developing countries, in particular ASEAN countries.

Pembicara yang diundang untuk memeriahkan konferensi ini adalah Marko Ahtisaari (Senior Vice President Nokia), Sehat Sutardja (CEO Marvell Technology Group), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi), dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Nuh, DEA (Menteri Negara Pendidikan dan Kebudayaan). Diperkirakan hingga 200 naskah presentasi dengan 15 workshop tematik serta beberapa kegiatan kunjungan ke perusahaan-perusahaan prominen di Indonesia akan diatur untuk mengakomodir tujuan yang ingin diusung. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 120 abstrak yang masuk, berasal dari seluruh penjuru negeri. Diharapkan pada bulan April sudah terkumpul dan terseleksi artikel-artikel yang terbaik yang nantinya juga akan dipublikasi pada jurnal Internasional.

Selain publikasi paper dan jurnal, baik yang bersifat akademis maupun non akademis, akan dilangsungkan sesi diskusi yang membahas isu-isu nasional. Sesi diskusi ini diharapkan akan meningkatkan komunikasi antara pihak Akademisi sebagai peneliti, pihak Industri yang mengerti keinginan pasar, dan pihak Pemerintah yang menyusun regulasi. Dengan diadakannya diskusi ini, diharapkan penelitian yang selama ini hanya berdasarkan keingintahuan peneliti, lebih dapat diaplikasikan di Industri. Pemerintah pun mampu menyusun regulasi yang sesuai dengan keadaan Industri.

CONTACT PERSON:
Eko Agus Prasetio, ST, MBA (Koordinator Pelaksana)
Telp : 081220279551
Email : eko.prasetio@sbm-itb.ac.id

Penyelenggaraan konferensi ini dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung dan Kementerian Riset dan Teknologi yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meski tiga lembaga ini yang dituntut penuh untuk menyukseskan Konferensi ini, namun Prof. Amin Subandrio, Staf Ahli Kementrian Riset dan Teknologi, ini adalah hajat bangsa, sehingga Departemen manapun berhak ikut serta dalam menyukseskan Konferensi ini. Negara yang secara signifikan akan berpartisipasi adalah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Amerika Latin, Asia Pasifik, dengan perwakilan dari negara-negara berkembang. Tema utama yang diusung adalah ?Emerging Triple Helix Models for Developing Countries: From Conceptualization to Implementation? dengan kategori sub-tema besar: Strengthening National Innovation System and Implementation in Developing Countries, Building Institutional Infrastructures, and introducing and enhancing the roles of the Triple Helix Models in developing countries, in particular ASEAN countries.

Pembicara yang diundang untuk memeriahkan konferensi ini adalah Marko Ahtisaari (Senior Vice President Nokia), Sehat Sutardja (CEO Marvell Technology Group), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi), dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Nuh, DEA (Menteri Negara Pendidikan dan Kebudayaan). Diperkirakan hingga 200 naskah presentasi dengan 15 workshop tematik serta beberapa kegiatan kunjungan ke perusahaan-perusahaan prominen di Indonesia akan diatur untuk mengakomodir tujuan yang ingin diusung. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 120 abstrak yang masuk, berasal dari seluruh penjuru negeri. Diharapkan pada bulan April sudah terkumpul dan terseleksi artikel-artikel yang terbaik yang nantinya juga akan dipublikasi pada jurnal Internasional.

Selain publikasi paper dan jurnal, baik yang bersifat akademis maupun non akademis, akan dilangsungkan sesi diskusi yang membahas isu-isu nasional. Sesi diskusi ini diharapkan akan meningkatkan komunikasi antara pihak Akademisi sebagai peneliti, pihak Industri yang mengerti keinginan pasar, dan pihak Pemerintah yang menyusun regulasi. Dengan diadakannya diskusi ini, diharapkan penelitian yang selama ini hanya berdasarkan keingintahuan peneliti, lebih dapat diaplikasikan di Industri. Pemerintah pun mampu menyusun regulasi yang sesuai dengan keadaan Industri.

CONTACT PERSON:
Eko Agus Prasetio, ST, MBA (Koordinator Pelaksana)
Telp : 081220279551
Email : eko.prasetio@sbm-itb.ac.id