ASEAN LEARNING NETWORK INTERNATIONAL SEMINAR

GRAND HOTEL PREANGER, BANDUNG, INDONESIA

RABU, 31 OKTOBER 2012

GREEN ECONOMY AND POVERTY ERADICATION

Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung bekerjasama dengan Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD), didukung oleh ASEAN Learning Network menyelenggarakan seminar internasional ASEAN Learning Network. Seminar ini berjudul Green Economy and Poverty Eradication.

Seminar ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Rektor ITB, para anggota ASEAN Learning Network Council, perwakilan universitas-universitas di Indonesia, perwakilan dari perusahaan-perusahaan di Indonesia, perwakilan dari instansi-instansi pemerintah di Indonesia, dan perwakilan LSM di Indonesia.GRAND HOTEL PREANGER, BANDUNG, INDONESIA

RABU, 31 OKTOBER 2012

GREEN ECONOMY AND POVERTY ERADICATION

Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung bekerjasama dengan Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD), didukung oleh ASEAN Learning Network menyelenggarakan seminar internasional ASEAN Learning Network. Seminar ini berjudul Green Economy and Poverty Eradication.

Seminar ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Rektor ITB, para anggota ASEAN Learning Network Council, perwakilan universitas-universitas di Indonesia, perwakilan dari perusahaan-perusahaan di Indonesia, perwakilan dari instansi-instansi pemerintah di Indonesia, dan perwakilan LSM di Indonesia.

Kesadaran perusahaan untuk ikut serta di dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan semakin meningkat. Berawal dari kesadaran untuk berpartisipasi aktif di dalam pembangunan masyarakat ini mendorong perusahaan untuk menerapkan tanggung jawab sosial mereka. Tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, pemberian bantuan dana ataupun pelayanan kesehatan, ataupun pemberdayaan ekonomi masyarakat, komitmen itu lebih jauh lagi perlu dilakukan dalam segala proses bisnisnya. Tujuannya tak lain adalah mengupayakan secara maksimal agar eksistensi perusahaan dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Di sini perusahaan, sebagai pelaku bisnis, memegang salah satu kunci perekonomian negara yang berdampak pula pada kesejahteraan masyarakat. Kekuatan yang besar itu harus disertai sebuah komitmen untuk mengupayakan kemajuan masyarakat, termasuk di dalamnya pengentasan kemiskinan.

Komitmen untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya itulah yang salah satunya diterjemahkan ke dalam konsep Ekonomi Hijau. Ekonomi Hijau menekankan pentingnya perusahaan memperhatikan aspek lingkungan di dalam proses bisnisnya, dengan memasukkan aspek lingkungan sebagai pemangku kepentingan, tidak sekadar sebagai sumber daya yang tersedia untuk dikeruk semata, tetapi sebaliknya perusahaan juga perlu memikirkan bagaimana lingkungan itu tadi tetap terjaga kelestariannya, baik demi keberlangsungan hidup masyarakat dan juga perusahaan itu sendiri. Hijau adalah warna kehidupan, yang mencerminkan harapan akan keberlangsungan hidup yang lebih baik di masa sekarang dan di masa mendatang.

Sebagai satu rangkaian dengan seminar ini, SBM-ITB, ICSD, dan ALN pada saat ini juga mengadakan sebuah kegiatan yang dinamakan sebagai Social Enterprise for Economic Development (SEED) program di Pangalengan, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, di mana mereka bekerja sama, berkolaborasi, di dalam sebuah tim multi-kultural untuk membantu sebuah masyarakat mengembangkan potensi ekonomi mereka. Dengan begitu kegiatan ini menjadi semacam wadah menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial mereka, di samping sebagai wadah pembelajaran manajemen lintas budaya kontekstual.

Seminar internasional ini diadakan sebagai sebuah upaya menyebarkan ide tentang ekonomi hijau dan kesadaran akan tanggung jawab sosial itu, memperkenalkannya kepada masyarakat, dan mendorong implementasinya. Atas alasan itulah, kami mengundang Bapak, Ibu dan para hadirin dari kalangan akademisi dan peneliti, pelaku bisnis (perusahaan), dan lembaga pemerintahan untuk hadir di dalam seminar ini untuk saling berbagi pengalaman, ide, gagasan tentang penerapan prinsip ekonomi hijau dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Semoga seminar ini dapat menjadi sebuah wadah diskusi, kerja sama, dan sinergi kekuatan yang dapat membawa manfaat bagi kemajuan umat manusia. *** (BYN)

Highlights


 


 


Kesadaran perusahaan untuk ikut serta di dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan semakin meningkat. Berawal dari kesadaran untuk berpartisipasi aktif di dalam pembangunan masyarakat ini mendorong perusahaan untuk menerapkan tanggung jawab sosial mereka. Tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, pemberian bantuan dana ataupun pelayanan kesehatan, ataupun pemberdayaan ekonomi masyarakat, komitmen itu lebih jauh lagi perlu dilakukan dalam segala proses bisnisnya. Tujuannya tak lain adalah mengupayakan secara maksimal agar eksistensi perusahaan dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Di sini perusahaan, sebagai pelaku bisnis, memegang salah satu kunci perekonomian negara yang berdampak pula pada kesejahteraan masyarakat. Kekuatan yang besar itu harus disertai sebuah komitmen untuk mengupayakan kemajuan masyarakat, termasuk di dalamnya pengentasan kemiskinan.

Komitmen untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya itulah yang salah satunya diterjemahkan ke dalam konsep Ekonomi Hijau. Ekonomi Hijau menekankan pentingnya perusahaan memperhatikan aspek lingkungan di dalam proses bisnisnya, dengan memasukkan aspek lingkungan sebagai pemangku kepentingan, tidak sekadar sebagai sumber daya yang tersedia untuk dikeruk semata, tetapi sebaliknya perusahaan juga perlu memikirkan bagaimana lingkungan itu tadi tetap terjaga kelestariannya, baik demi keberlangsungan hidup masyarakat dan juga perusahaan itu sendiri. Hijau adalah warna kehidupan, yang mencerminkan harapan akan keberlangsungan hidup yang lebih baik di masa sekarang dan di masa mendatang.

Sebagai satu rangkaian dengan seminar ini, SBM-ITB, ICSD, dan ALN pada saat ini juga mengadakan sebuah kegiatan yang dinamakan sebagai Social Enterprise for Economic Development (SEED) program di Pangalengan, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, di mana mereka bekerja sama, berkolaborasi, di dalam sebuah tim multi-kultural untuk membantu sebuah masyarakat mengembangkan potensi ekonomi mereka. Dengan begitu kegiatan ini menjadi semacam wadah menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial mereka, di samping sebagai wadah pembelajaran manajemen lintas budaya kontekstual.

Seminar internasional ini diadakan sebagai sebuah upaya menyebarkan ide tentang ekonomi hijau dan kesadaran akan tanggung jawab sosial itu, memperkenalkannya kepada masyarakat, dan mendorong implementasinya. Atas alasan itulah, kami mengundang Bapak, Ibu dan para hadirin dari kalangan akademisi dan peneliti, pelaku bisnis (perusahaan), dan lembaga pemerintahan untuk hadir di dalam seminar ini untuk saling berbagi pengalaman, ide, gagasan tentang penerapan prinsip ekonomi hijau dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Semoga seminar ini dapat menjadi sebuah wadah diskusi, kerja sama, dan sinergi kekuatan yang dapat membawa manfaat bagi kemajuan umat manusia. *** (BYN)

Highlights