Pendirian Program Studi Kewirausahaan di SBM ITB

Program Studi Sarjana Kewirausahaan telah resmi terbentuk melalui SK Rektor ITB No. 236 tentang Pendirian Program Studi Sarjana Kewirausahaan di SBM-ITB tanggal 15 Oktober 2012. Program studi Kewirausahaan ini didirikan dengan tujuan untuk pengembangan para insan kewirausahaan dengan visi inovasi bernilai tambah tinggi. Program Studi ini akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2013 melalui jalur undangan dan ujian tulis SMPTN.

Program Studi Sarjana Kewirausahaan telah resmi terbentuk melalui SK Rektor ITB No. 236 tentang Pendirian Program Studi Sarjana Kewirausahaan di SBM-ITB tanggal 15 Oktober 2012. Program studi Kewirausahaan ini didirikan dengan tujuan untuk pengembangan para insan kewirausahaan dengan visi inovasi bernilai tambah tinggi. Program Studi ini akan menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2013 melalui jalur undangan dan ujian tulis SMPTN.

Prakarsa ITB ini merupakan salah satu jawaban ITB terhadap tantangan Bangsa Indonesia yang mana pengembangan kewirausahaan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Boleh dikatakan bahwa pembukaan program studi ini merupakan terobosan baru dan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Program Studi Sarjana Kewirausahaan bertitik tolak bahwa pembinaan dan pengembangan kewirausahaan dilaksanakan dengan pengakuan kemandirian keilmuan kewirausahaan yang berbeda dengan keilmuan manajemen ataupun administrasi bisnis maupun ekonomi bisnis. Kewirausahaan adalah sebuah disiplin ilmu tentang siklus hidup usaha (bisnis) mulai dari gagasan, perencanaan, hingga menjalankan usaha yang berhasil. Ilmu dasar kewirausahaan mencakup model bisnis, perencanaan bisnis, risiko, investasi, negosiasi, bisnis mula, dan pengembangan bisnis. Para lulusan akan mempunyai kemampuan perancangan dan pengembangan bisnis yang inovatif dan layak.

Pendirian Program Studi Sarjana Kewirausahaan ini sejalan dengan sasaran umum bidang inovasi dan kewirausahaan ITB pada 2011-2015, yang berbunyi: ?peningkatan kemampuan inovasi dan kewirausahaan (entrepreneurship) sivitas akademika ITB?. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari data BPS disebutkan bahwa pada Agustus 2010 di Indonesia terdapat 710.128 pengangguran yang berasal dari lulusan universitas. Jumlah pengangguran yang besar ini terjadi karena jumlah lapangan kerja terbatas, pada sisi lain lulusan universitas belum memiliki semangat dan kemampuan untuk menciptakan usaha sendiri. Data lain dari smecda.com menunjukkan, meskipun secara total menyumbang 67,95% dari PDB nasional; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang kecil apabila ditinjau per unit usaha. Kontradiksi ini disebabkan oleh penguasaan para pelaku UMKM yang masih lemah terhadap inovasi produk, jasa, pasar, teknologi dan proses. Kondisi ini dipertegas lagi oleh data yang dikeluarkan oleh INSEAD dan Confederation of Indian Industry yang menunjukkan, bahwa tingkat inovasi Indonesia masih rendah. Fakta-fakta inilah yang menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Program Studi Kewirausahaan menjadikan peluang dan tantangan tersebut untuk menciptakan dan menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan usaha-usaha baru di bidang hayati, manufaktur, informasi, dan industri kreatif. Berlokasi di Bandung, juga memberikan nilai tambah dimana kota ini terkenal dengan kemajuan industri kreatif dan dinilai bisa memberikan lingkungan akademik yang kondusif bagi para calon pewirausaha.

Program Studi Sarjana Kewirausahaan memberikan pendekatan khusus untuk pendidikan kewirausahaan di tingkat universitas. Program studi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan para pengusaha masa depan dengan segala tantangannya. Rancangan kurikulum Prodi Kewirausahaan memiliki ciri-ciri: menciptakan, mempertahankan, dan mengembangkan sistem bisnis dengan cara memfasilitasi mahasiswanya dengan metode inkubasi bisnis yang bisa membantu mahasiswa dan masyarakat sekitar dalam tujuan pembentukan dan pengembangan bisnisnya dan mentorship oleh pengajar dan mentor yang berlatar belakang wirausahawan berpengalaman, sehingga bisa membantu mahasiswa mendalami kenyataan yang terjadi di dunia wirausaha. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan sebagai para pewirausaha dilengkapi dengan kunjungan industri, magang, dan praktik dari teori yang diajarkan selama mengikuti perkuliahan.

Lulusan Program Studi Sarjana Kewirausahaan akan mengisi berbagai kegiatan wirausaha antara lain pewirausaha, perencana bisnis, konsultan bisnis, pengembang bisnis, investor, pewirausaha sosial, pengembang waralaba, analis kredit, pendamping pengembangan bisnis, dan pembuat kebijakan pengembangan bisnis. Lulusan Program Studi Sarjana Kewirausahaan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengembangan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan inovasi sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan bangsa, dan meningkatkan daya saing bangsa. *** (TMS)Prakarsa ITB ini merupakan salah satu jawaban ITB terhadap tantangan Bangsa Indonesia yang mana pengembangan kewirausahaan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Boleh dikatakan bahwa pembukaan program studi ini merupakan terobosan baru dan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Program Studi Sarjana Kewirausahaan bertitik tolak bahwa pembinaan dan pengembangan kewirausahaan dilaksanakan dengan pengakuan kemandirian keilmuan kewirausahaan yang berbeda dengan keilmuan manajemen ataupun administrasi bisnis maupun ekonomi bisnis. Kewirausahaan adalah sebuah disiplin ilmu tentang siklus hidup usaha (bisnis) mulai dari gagasan, perencanaan, hingga menjalankan usaha yang berhasil. Ilmu dasar kewirausahaan mencakup model bisnis, perencanaan bisnis, risiko, investasi, negosiasi, bisnis mula, dan pengembangan bisnis. Para lulusan akan mempunyai kemampuan perancangan dan pengembangan bisnis yang inovatif dan layak.

Pendirian Program Studi Sarjana Kewirausahaan ini sejalan dengan sasaran umum bidang inovasi dan kewirausahaan ITB pada 2011-2015, yang berbunyi: ?peningkatan kemampuan inovasi dan kewirausahaan (entrepreneurship) sivitas akademika ITB?. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari data BPS disebutkan bahwa pada Agustus 2010 di Indonesia terdapat 710.128 pengangguran yang berasal dari lulusan universitas. Jumlah pengangguran yang besar ini terjadi karena jumlah lapangan kerja terbatas, pada sisi lain lulusan universitas belum memiliki semangat dan kemampuan untuk menciptakan usaha sendiri. Data lain dari smecda.com menunjukkan, meskipun secara total menyumbang 67,95% dari PDB nasional; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang kecil apabila ditinjau per unit usaha. Kontradiksi ini disebabkan oleh penguasaan para pelaku UMKM yang masih lemah terhadap inovasi produk, jasa, pasar, teknologi dan proses. Kondisi ini dipertegas lagi oleh data yang dikeluarkan oleh INSEAD dan Confederation of Indian Industry yang menunjukkan, bahwa tingkat inovasi Indonesia masih rendah. Fakta-fakta inilah yang menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Program Studi Kewirausahaan menjadikan peluang dan tantangan tersebut untuk menciptakan dan menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan usaha-usaha baru di bidang hayati, manufaktur, informasi, dan industri kreatif. Berlokasi di Bandung, juga memberikan nilai tambah dimana kota ini terkenal dengan kemajuan industri kreatif dan dinilai bisa memberikan lingkungan akademik yang kondusif bagi para calon pewirausaha.

Program Studi Sarjana Kewirausahaan memberikan pendekatan khusus untuk pendidikan kewirausahaan di tingkat universitas. Program studi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan para pengusaha masa depan dengan segala tantangannya. Rancangan kurikulum Prodi Kewirausahaan memiliki ciri-ciri: menciptakan, mempertahankan, dan mengembangkan sistem bisnis dengan cara memfasilitasi mahasiswanya dengan metode inkubasi bisnis yang bisa membantu mahasiswa dan masyarakat sekitar dalam tujuan pembentukan dan pengembangan bisnisnya dan mentorship oleh pengajar dan mentor yang berlatar belakang wirausahawan berpengalaman, sehingga bisa membantu mahasiswa mendalami kenyataan yang terjadi di dunia wirausaha. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan sebagai para pewirausaha dilengkapi dengan kunjungan industri, magang, dan praktik dari teori yang diajarkan selama mengikuti perkuliahan.

Lulusan Program Studi Sarjana Kewirausahaan akan mengisi berbagai kegiatan wirausaha antara lain pewirausaha, perencana bisnis, konsultan bisnis, pengembang bisnis, investor, pewirausaha sosial, pengembang waralaba, analis kredit, pendamping pengembangan bisnis, dan pembuat kebijakan pengembangan bisnis. Lulusan Program Studi Sarjana Kewirausahaan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengembangan sumber daya manusia yang memiliki jiwa kewirausahaan dan inovasi sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan bangsa, dan meningkatkan daya saing bangsa. *** (TMS)