IICIES 2013

Hingga tahun 2011, Indonesia memiliki lebih dari 52 juta unit UKM. Jumlah yang cukup menunjukkan bahwa minat usaha dari masyarakat kecil di Indonesia sangatlah besar. Indonesia masih memiliki permasalahan sosial seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Keberadaan UKM-UKM yang telah banyak berdiri di Indonesia ini telah sangat membantu untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, UKM memegang peranan penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Hingga tahun 2011, Indonesia memiliki lebih dari 52 juta unit UKM. Jumlah yang cukup menunjukkan bahwa minat usaha dari masyarakat kecil di Indonesia sangatlah besar. Indonesia masih memiliki permasalahan sosial seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Keberadaan UKM-UKM yang telah banyak berdiri di Indonesia ini telah sangat membantu untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, UKM memegang peranan penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.Dalam menghadapi perdagangan bebas The ASEAN?China Free Trade Area (ACFTA), UKM-UKM ini harus terus dikembangkan dengan tujuan agar produk dalam negeri dapat bersaing. Pengembangan ini dilakukan dengan cara mempersiapkan UKM untuk menjadi pemain global dalam pasar internasional. Selain dibutuhkan kebijakan yang mendukung dari pemerintah, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga perlu digenjot guna mendorong peningkatan daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Penyelarasan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat menjadi tugas penting bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah. Peran aktif dari para peneliti, pengusaha, pemerintah serta mahasiswa dalam memberikan solusi bagi permasalahan ini sangat dibutuhkan, baik dari karya ilmiah hingga praktik teknis di dunia usaha. Kewirausahaan merupakan suatu faktor pendukung kesejahteraan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi. Jumlah pengusaha yang masih sedikit (1,5% dari jumlah penduduk, Kementerian BUMN) masih terasa kurang. Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5% pengusaha agar negara dapat tumbuh secara signifikan dan sejahtera. Para peneliti dan akademisi juga dituntut untuk mendorong penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovation-driven economy.

Hal-hal diatas mendorong Center for Innovation, Entrepreneurship, and Leadership (CIEL), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyelenggarakan ?Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES)?. IICIES merupakan inisiasi murni dari CIEL SBM ITB yang sekaligus menjadi pemegang nama dan pemilik eksklusif atas kegiatan tersebut. IICIES merupakan sarana bagi peneliti, akademisi dan praktisi untuk mendorong terciptanya inovasi dan perkembangan ilmu kewirausahaan serta pertumbuhan usaha kecil menengah melalui publikasi karya ilmiahnya.

Pada tahun 2013, IICIES sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-lima kalinya. Landasan kerangka kerjasama, tujuan serta aspek teknis lainnya disusun secara bersama untuk menghasilkan suatu acara yang sukses, tepat sasaran serta memiliki kontribusi positif pada kemajuan dunia kewirausahaan, inovasi serta pengembangan bisnis kecil di Indonesia. Oleh karena itu, IICIES 2013 akan mengambil tema Empowering Small Businesses to Grow and Thrive in the Global Market. Kami mengundang rekan-rekan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam mengirimkan paper penelitiannya, tenggat waktu untuk mengumpulkan abstraksi tahap dua adalah 1 Maret 2013, sedangkan full paper dibuka hingga 15 April 2013. Informasi lebih jauh mengenai detail acara IICIES bisa Anda akses di http://iicies.org/. Mari bertemu di Bandung 24 ? 27 Juni 2013. ***(IZ)Dalam menghadapi perdagangan bebas The ASEAN?China Free Trade Area (ACFTA), UKM-UKM ini harus terus dikembangkan dengan tujuan agar produk dalam negeri dapat bersaing. Pengembangan ini dilakukan dengan cara mempersiapkan UKM untuk menjadi pemain global dalam pasar internasional. Selain dibutuhkan kebijakan yang mendukung dari pemerintah, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga perlu digenjot guna mendorong peningkatan daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Penyelarasan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat menjadi tugas penting bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah. Peran aktif dari para peneliti, pengusaha, pemerintah serta mahasiswa dalam memberikan solusi bagi permasalahan ini sangat dibutuhkan, baik dari karya ilmiah hingga praktik teknis di dunia usaha. Kewirausahaan merupakan suatu faktor pendukung kesejahteraan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi. Jumlah pengusaha yang masih sedikit (1,5% dari jumlah penduduk, Kementerian BUMN) masih terasa kurang. Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5% pengusaha agar negara dapat tumbuh secara signifikan dan sejahtera. Para peneliti dan akademisi juga dituntut untuk mendorong penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovation-driven economy.

Hal-hal diatas mendorong Center for Innovation, Entrepreneurship, and Leadership (CIEL), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyelenggarakan ?Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES)?. IICIES merupakan inisiasi murni dari CIEL SBM ITB yang sekaligus menjadi pemegang nama dan pemilik eksklusif atas kegiatan tersebut. IICIES merupakan sarana bagi peneliti, akademisi dan praktisi untuk mendorong terciptanya inovasi dan perkembangan ilmu kewirausahaan serta pertumbuhan usaha kecil menengah melalui publikasi karya ilmiahnya.

Pada tahun 2013, IICIES sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-lima kalinya. Landasan kerangka kerjasama, tujuan serta aspek teknis lainnya disusun secara bersama untuk menghasilkan suatu acara yang sukses, tepat sasaran serta memiliki kontribusi positif pada kemajuan dunia kewirausahaan, inovasi serta pengembangan bisnis kecil di Indonesia. Oleh karena itu, IICIES 2013 akan mengambil tema Empowering Small Businesses to Grow and Thrive in the Global Market. Kami mengundang rekan-rekan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam mengirimkan paper penelitiannya, tenggat waktu untuk mengumpulkan abstraksi tahap dua adalah 1 Maret 2013, sedangkan full paper dibuka hingga 15 April 2013. Informasi lebih jauh mengenai detail acara IICIES bisa Anda akses di http://iicies.org/. Mari bertemu di Bandung 24 ? 27 Juni 2013. ***(IZ)